
Perluas Wawasan Global, Prodi IPII UIN Antasari dan UNISSA Brunei Darussalam Gelar Program Kelas Internasional
BANJARMASIN – Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Antasari Banjarmasin bersama Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) Brunei Darussalam sukses menyelenggarakan Program Pembelajaran Kelas Internasional. Mengusung mata kuliah Islam dan Budaya Banjar pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027, kolaborasi lintas negara ini menjadi langkah strategis institusi dalam memperkaya keilmuan mahasiswa.
Pembelajaran bergengsi ini dilaksanakan secara hybrid, mengambil tempat di Aula Fakultas Syariah Kampus 1 dan Aula Perpustakaan Kampus 2. Program ini terasa istimewa karena menghadirkan langsung dosen-dosen pakar dari UNISSA sebagai pengajar tamu. Proses perkuliahan turut didampingi oleh dosen pengampu dari UIN Antasari Banjarmasin, salah satunya adalah Ketua Program Studi IPII, Dr. Siti Wahdah, S.IP, M.IP., yang memastikan kelancaran dan kualitas pertukaran akademik tersebut.
Sepanjang bulan November 2026, kelas internasional ini bergulir dalam lima kali pertemuan yang padat dan komprehensif. Mengangkat tema besar “Melayu Islam Beraja”, para mahasiswa diajak menyelami berbagai dimensi keislaman dan tata negara di Brunei Darussalam. Kajian yang dibahas mencakup asas kestabilan pemerintahan, dinamika kehidupan bermasyarakat, implementasi syariat Islam, hingga amalan beragama masyarakat setempat. Tidak ketinggalan, materi mengenai falsafah Melayu Islam Beraja sebagai calak atau identitas Kebruneian turut diulas secara mendalam.
Suasana kelas berlangsung sangat dinamis dan interaktif. Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah ketika mahasiswa Prodi IPII, Vera Olyfia, tampil penuh percaya diri mengajukan pertanyaan kritis menggunakan bahasa Arab kepada narasumber dari UNISSA. Keberanian dan kefasihan Vera tersebut seketika menghidupkan suasana ruang kelas, sekaligus menuai apresiasi dan kebanggaan dari para dosen serta rekan-rekan sesama peserta. Momen ini membuktikan bahwa mahasiswa UIN Antasari memiliki kesiapan dan kualitas untuk berdialog di forum internasional.

Melalui program kolaboratif ini, diharapkan para mahasiswa IPII tidak sekadar menggugurkan kewajiban akademik, tetapi benar-benar memperoleh wawasan internasional yang berharga. Ke depan, kegiatan semacam ini akan terus didorong sebagai wadah pertukaran perspektif akademik lintas negara, sekaligus mempertegas komitmen UIN Antasari Banjarmasin dalam mencetak lulusan yang unggul, berwawasan global, dan berakar pada nilai-nilai keislaman.



