
Perkuat Mutu Lulusan di Era Digital, Prodi IPII UIN Antasari Banjarmasin Redesain Kurikulum Berbasis OBE, MBKM dan terintegrasi SKKNI
BANJARMASIN — Program Studi (Prodi) S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Antasari Banjarmasin menggelar Workshop Penyempurnaan Penyusunan Kurikulum pada Kamis (6/8/2026) secara hibrida di Ruang Rapat FTK Kampus 1 UIN Antasari. Workshop ini diselenggarakan sebagai langkah strategis untuk memperbarui struktur kurikulum prodi agar adaptif terhadap dinamika era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0, serta selaras dengan regulasi pendidikan tinggi terkini.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dekan FTK UIN Antasari, Dr. H. Hamdan, M.Pd., serta dihadiri oleh jajaran pimpinan, dosen, pustakawan praktisi, alumni, mahasiswa, dan mitra kerja Praktik Kerja Lapangan (PKL) dengan total 50 peserta. Rangkaian pembukaan diawali dengan pembacaan kalam ilahi oleh Muhamad Noor Al Fitriansyah dan pembacaan doa oleh Dr. Hamidi Ilhami, M.Ag..
Ketua Prodi IPII sekaligus Ketua Pelaksana Kegiatan, Dr. Siti Wahdah, M.IP., menegaskan bahwa penyempurnaan kurikulum ini berfokus pada penguatan keterampilan praktis, literasi digital, dan pengelolaan informasi berbasis teknologi, tanpa mengesampingkan identitas keilmuan Islam serta kearifan lokal budaya Banjar.
Fokus Kajian Workshop: Transformasi Kurikulum Berbasis OBE dan MBKM terintegrasi SKKNI
Workshop ini menghadirkan narasumber utama Prof. Dr. Nurdin Laugu, S.Ag., S.S., M.A. (Ketua Umum Asosiasi Dosen Ilmu Perpustakaan PTKI dan Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) dengan dipandu oleh Nor Latifah, S.Pd., M.A. selaku moderator.
Dalam pemaparannya yang bertajuk “Redesign Kurikulum Prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Berbasis OBE dan MBKM”, Prof. Nurdin menggarisbawahi pentingnya pergeseran paradigma dari model pembelajaran tradisional menuju Outcome-Based Education (OBE). Kurikulum OBE menekankan pada penguasaan kompetensi nyata lulusan, orientasi “Aku Bisa Apa”, bukan sekadar akumulasi beban materi perkuliahan atau kepemilikan ijazah semata.
Secara rinci, materi workshop mengupas tiga tahapan utama penyusunan dokumen kurikulum dan sistem pembelajaran:
1. Perancangan Dokumen Kurikulum (Outcome-Based Curriculum / OBC)
- Penetapan PEO dan Visi Keilmuan: Merumuskan Program Educational Objectives (PEO) dan Visi Keilmuan Prodi sebagai penciri khas keunggulan bidang ilmu perpustakaan dan informasi Islam yang terintegrasi dengan kebutuhan industri serta dunia kerja (DUDIKA).
- Perumusan Profil Lulusan dan CPL: Menyusun Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) berdasarkan standar Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) jenjang 6, Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti), serta penguatan Literasi Baru abad ke-21 (literasi data, teknologi/AI, dan literasi manusia) serta kecakapan Higher Order Thinking Skills (HOTS 6C).
- Penetapan Bahan Kajian dan Rekonstruksi Mata Kuliah: Memetakan bahan kajian (body of knowledge) untuk mendesain mata kuliah baru maupun melakukan rekonstruksi mata kuliah yang sudah ada melalui matriks keterkaitan CPL.
- Peta Kurikulum dan Implementasi MBKM: Menyusun struktur kurikulum logis per semester (maksimal 20 SKS pada semester 1–2) serta mengakomodasi hak belajar mahasiswa di luar program studi melalui skema Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM).
2. Perancangan Pembelajaran (Outcome-Based Learning and Teaching / OBLT)
- Penyelarasan CPL hingga Sub-CPMK: Membreakdown CPL prodi menjadi Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) dan Sub-CPMK secara terukur dengan memanfaatkan kata kerja operasional (KKO) revisi Taksonomi Bloom (ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik).
- Penyusunan RPS Berpusat pada Mahasiswa: Menyusun Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Student-Centered Learning (SCL) dan modalitas blended learning yang memanfaatkan teknologi informasi secara interaktif, kolaboratif, dan kontekstual.
3. Evaluasi Program Pembelajaran (Outcome-Based Assessment and Evaluation / OBAE)
- Prinsip dan Teknik Asesmen: Menetapkan 7 prinsip penilaian (valid, reliabel, transparan, akuntabel, berkeadilan, objektif, dan edukatif).
- Instrumen Penilaian Komprehensif: Mengembangkan rubrik penilaian (holistik, analitik, dan skala persepsi) serta portofolio untuk mengukur pencapaian kinerja belajar mahasiswa secara berkelanjutan.
Penyelarasan Regulasi dan Tindak Lanjut
Pengembangan kurikulum Prodi IPII UIN Antasari ini mengacu pada landasan hukum nasional terbaru, di antaranya Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 dan Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.
Sesi workshop diakhiri dengan diskusi interaktif dan perumusan struktur mata kuliah bersama seluruh dosen pengampu. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, tim pengembang kurikulum Prodi IPII bersama para dosen akan segera menyelesaikan penyusunan dokumen kurikulum akhir serta perangkat RPS untuk seluruh mata kuliah, guna mencetak lulusan yang profesional, unggul, dan siap bersaing di pasar kerja global.






